Jumat, 06 Februari 2015

Perbedaan Respirasi Internal dan Respirasi Eksternal

Respirasi internal

Respirasi internal adalah proses memecah makanan dengan adanya oksigen di tingkat sel untuk menghasilkan energi. Respirasi internal merupakan proses aktif, karena membutuhkan energi. Menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi dan menghasilkan karbon dioksida dan air sebagai produk limbah.
Respirasi internal adalah proses metabolisme yang terjadi dalam sel, di mana glukosa dari makanan bereaksi dengan oksigen dari pernapasan untuk menghasilkan energi biokimia dalam bentuk Adenosin trifosfat, disingkat ATP. Energi ini sangat berguna untuk melakukan semua proses biologis kecuali berpikir atau bermimpi. Selain glukosa, asam amino dan asam lemak juga sering digunakan nutrisi untuk respirasi dengan oksigen seluler.
Air, amonia, dan karbon dioksida adalah produk limbah respirasi internal. Sebagian besar air dan karbon dioksida bergerak keluar dari tubuh melalui pernapasan, sedangkan amonia dikeluarkan bersama urin. Respirasi merupakan proses tanpa sadar, yang hewan tidak bisa mengendalikan. Namun, respirasi internal yang bisa berupa aerobik atau anaerobik. Respirasi aerobik melibatkan oksigen dalam proses, sedangkan tidak ada oksigen yang terlibat dalam proses anaerobik.
Respirasi Internal dan Eksternal
Respirasi Internal dan Eksternal

Respirasi eksternal

Respirasi eksternal adalah proses mengambil oksigen ke dalam dan mengeluarkan karbon dioksida dari tubuh. Respirasi eksternal sangat penting bagi kehidupan karena pasokan oksigen untuk mengekstrak energi dari makanan melalui respirasi internal maupun seluler. Selain itu, ia bisa menghilangkan karbon dioksida, yang merupakan produk limbah respirasi. Selain itu, respirasi eksternal menghilangkan kelebihan air dari tubuh melalui pernafasan.
Respirasi eksternal adalah proses fisik yang terdiri dari inhalasi, pernafasan, dan relaksasi. Inhalasi adalah proses aktif sementara pernafasan pasif. Respirasi eksternal melibatkan dua tahap yang dikenal sebagai ventilasi dan pertukaran gas. Ventilasi adalah pergerakan udara masuk dan keluar dari paru-paru. Pertukaran gas terjadi di alveoli paru-paru. Dua hal terjadi selama pertukaran gas; oksigen masuk ke dalam darah dan karbon dioksida berdifusi keluar ke paru-paru.
Respirasi eksternal adalah tindakan sadar, yang hewan dapat mengontrolnya. Namun, hewan tidak selalu sadar bernapas, tetapi bisa merupakan proses tak sadar yang terjadi saat sistem saraf pusat di batang otak secara otomatis mengatur respirasi eksternal.
Apa perbedaan antara Respirasi Internal dan Eksternal?
  1. respirasi eksternal adalah proses mekanis, tetapi respirasi internal adalah proses kimia.
  2. respirasi eksternal terutama terjadi pertukaran sebagian besar gas masuk dan keluar dari tubuh, sementara respirasi internal proses pemecahan nutrisi dengan oksigen untuk menghasilkan energi.
  3. respirasi eksternal terjadi antara tubuh dan lingkungan eksternal sedangkan respirasi internal yang terjadi di tingkat sel.
  4. respirasi eksternal melibatkan proses aktif dan pasif, tetapi respirasi internal hanya proses aktif.
  5. respirasi eksternal baik sadar dan tidak sadar, sedangkan respirasi internal selalu proses tidak disengaja.
  6. respirasi internal menghasilkan energi dan produk-produk limbah, tapi tidak ada kecuali pertukaran gas dan suara yang diproduksi dalam respirasi eksternal.
Terima Kasih Kepada Budisma.net yang sudah mau berbagi :)

Mekanisme Pernapasan dada dan Perut

 Bernapas terdiri atas dua fse, yaitu inspirasi dan ekspirasi. inspirasi merupakan proses pemasukan oksigen ke dalam tubuh. Ekspirasi merupakan pross pengeluaran karbon dioksida dari dalam tubuh. Mekanisme pernapasan ada dua macam, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut 

a.Pernapasan Dada 
      Inspirasi terjadi jika otot antartulang rusuk berkontrak sehingga tulang rusuk dan dada terangkat. Akibatnyarongga dada membesar, paru-paru mengembang, dan penurunan tekanan udara di dalam paru-paru. Karena tekanan udara di luar tubuh lebih besar, maka udara yang kaya oksigen masuk ke dalam tubu. Ekspirasi terjadi jika otot antar tulang rusuk berelaksasi sehingga tulang-tulang rusuk dan dada turun kembali pada kedudukan semula. Akibatnya, rongga dada mengecil, volume paru-paru berkurang, dan peningkatan tekanan udara di dalam paru-paru. Kemudia, udara yang kaya karbon dioksida terdorong keluar tubuh melalui hidung. 

b. Pernapasan Perut
        Inspirasi terjadi jika otot diafragma berkontraksi sehingga letaknya sedikit mendatar. Keadaan ini mengkibatkan rongga perut turun kebawah, rongga dada membesar, paru-paru mengambang, dan tekanan udara di dalam paru-paru mengecil. Akibatnya udara yng kaya oksigen masuk kedalam tubuh. 

      Ekspirasi terjadi jika otot diafragma berelaksasi sehingga letaknya kembali pada kedudukan semula. Kondisi inimengakibatkan rongga perut kembali ke posisi semula, rongga dada mengecil, volume paru-paru berkurang, dan tekanan udara di dalam paru-paru membesar. Akibatnya udara yang kaya karbon dioksida terdorong keluar tubuh. 

Mekanisme Pernapasan dada dan Pernapasan Perut
(Gambar Pernapasan dada dan Pernapasan Perut )

Kesimpulannya : Mekanisme Pernapasan dada dan Perut 
Pernapasan manusia dibedakan atas pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada terjadi melalui fase inspirasi dan ekspirasi, demikian juga untuk pernapasan perut. 

a. Mekanisme pernapasan dada 
1. Fase inspirasi pernapasan dada 
Mekanisme inspirasi pernapasan dada sebagai berikut. Otot antar tulang rusuk (muskulis intercostalis eksternal) berkontraksi ->  rusuk terangkat (posisi datar) -> paru-paru mengembang -> tekanan udara dalam paru-paru menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar -> udara luar masuk ke paru-paru.  
2. Fase Ekspirasi pernapasan dada Mekanisme ekspirasi pernapasan perut adalah sebagai berikut. Otot antar tulang rusuk relaksasi -> tulang rusuk menurun -> paru-paru menyusut -> tekanan udara dalam paru-paru lebih besar dibandingkan dengan tekanan udara luar -> udara keluardari paru-paru. 
b. Mekanisme Pernapasan dada  
1. Fase Inspirasi pernapasan Perut 
Mekanisme Inspirasi pernapasan perut sebagai berikut. Sekat rongga dada (diafragma) berkontraksi -> posisi dari melengkung menjadi mendatar -> paru-paru mengambang -> tekanan udara dalam paru-paru lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar -> udara masuk.  
2. Fase ekspirasi pernapasan perut
Mekanismeekspirasi pernapasan perut sebagai berikut. Otot diafragma relaksasi -> posisi dari mendatar kembali melengkung -> paru-paru mengempis -> tekanan udara di paru-paru lebih besar dibandingkan tekanan udara luar -> udara keluar dari paru-paru. 
Sekian Artikel tentang, Mekanisme Pernapasan dada dan Perut Semoga bermanfaat (Sumber : Ipa Terpadu, Hal :34-35, Penerbit :Erlangga, Penulis : Tim Abdi Guru. Eka Purjiyanta, S.Pd.2006. Jakarta (Sumber : Buku Ajar Biologi, Hal : 19, Penerbit : CP. Citra Pustaka, Penulis : Ikhsan Hanafi, S.Pd. Surakarta. 2011)